Albert sedang berdiri di ruang kerjanya ketika ponselnya bergetar pelan di atas meja. Ia menatap layar sebentar, lalu segera mengangkatnya. Nada suaranya berubah serius, fokus penuh, seperti biasa saat menerima panggilan penting. “Ya,” ucapnya singkat. Di seberang sana terdengar suara dokter hewan yang sudah beberapa hari terakhir merawat Jeje. “Pak Albert, saya ingin memberi kabar. Kondisi Jeje sudah stabil. Demamnya benar-benar turun, makannya sudah normal, dan reaksinya jauh lebih aktif. Jeje sudah bisa dijemput hari ini.” Untuk sesaat, Albert tidak langsung menjawab. Rahangnya mengendur, dan senyum tipis yang jarang muncul perlahan terbentuk di wajahnya. “Baik,” jawabnya akhirnya, suaranya rendah tapi jelas terdengar lega. “Terima kasih. Saya akan segera ke sana.” Telepon ditutup

