Bab 244

2331 Words

Pagi itu udara di halaman depan mansion terasa lebih sejuk dari biasanya. Matahari baru naik setengah, sinarnya memantul lembut di kap mobil hitam yang terparkir rapi di depan tangga. Valentina melangkah turun dengan seragam sekolahnya yang rapi, tas tergantung di bahu, rambutnya disisir sederhana oleh Kiara. Jeje berjalan di sampingnya, langkahnya pelan, kepalanya terangkat, matanya awas. Sejak Valentina bangun dan berganti pakaian, Jeje tidak menjauh satu langkah pun. Kiara berdiri di ambang pintu, memperhatikan putrinya dengan senyum hangat. “Hati-hati di sekolah,” katanya lembut. Valentina mengangguk. “Iya, Mommy.” Albert berdiri di sisi lain, satu tangannya di saku, satu lagi mengusap kepala Valentina singkat. “Jangan lari-lari,” ucapnya tenang. Valentina tersenyum kecil. “Iy

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD