Valentina duduk di lantai ruang keluarga, kakinya terlipat rapi. Jeje berbaring di sampingnya, tubuh anak singa itu menghadap ke arah Valentina, kepalanya berada tepat di dekat paha gadis kecil itu. Tangan Valentina mengusap surai lembut Jeje dengan gerakan pelan, penuh kebiasaan, seolah itu adalah hal paling normal di dunia. Matanya kemudian beralih ke Yasra. “Yasra,” panggil Valentina lembut sambil menepuk lantai di depannya. “Sini… dekat Tante.” Yasra yang tadinya duduk di pangkuan Cassandra menoleh. Mata bulatnya berbinar. Ia mengeluarkan suara kecil, ocehan tidak jelas, lalu tertawa ringan. Cassandra refleks mengencangkan pelukannya. “Valentina…” ucapnya ragu. “Kamu yakin?” Alden ikut maju setengah langkah. Tatapannya tertuju pada Jeje. Meski singa kecil itu terlihat tenang, n

