Di ruang bawah tanah yang lembab dan sempit itu, Victoria sudah duduk di sudut ruangan selama berjam-jam. Dinding berlapis baja dingin menambah rasa tekanan di dadanya. Tangan dan kakinya terikat beberapa waktu yang lalu, tapi setelah dia terus berteriak dan meronta, salah satu penjaga menjadi lengah dan melepaskan sebagian ikatannya agar dia bisa makan. Dia menunggu… mengamati… menganalisis setiap langkah penjaga. Hingga akhirnya salah satu dari mereka datang — pria berpostur tinggi besar bernama Gero, salah satu anak buah Albert yang baru bekerja beberapa bulan. Dia tidak sekuat yang lain, tidak sekaku yang lain, dan yang terpenting… mudah dipengaruhi. Victoria menyadari itu sejak pertama melihat tatapan lelaki itu padanya. Ada ketertarikan samar. Ada nafsu yang bisa dimanfaatkan. --

