Bab 186

3128 Words

Angin sore New York berhembus lembut ketika Albert membuka pintu kaca geser yang mengarah ke taman belakang mansion. Halaman itu luas, penuh rumput hijau yang terawat, bunga-bunga mawar di sisi kiri, dan pohon maple besar yang menaungi area duduk santai. Albert menggendong Valentina di lengan kirinya, sementara tangan kanannya menggenggam pergelangan Kiara dengan lembut. “Ayo, sayang,” ujar Albert. “Kamu butuh udara segar.” Kiara tersenyum kecil. “Aku sudah segar kok, kamu yang terlalu khawatir.” “Wajar,” balas Albert cepat. “Kalau suamimu hampir kehilangan kamu, dia akan berubah jadi manusia paling cerewet di dunia.” Kiara terkekeh. “Aku suka versi itu.” Albert mengerling. “Jangan bikin aku tambah cerewet nanti.” Mereka berjalan menuju meja bundar yang terletak di bawah pohon maple

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD