Bab 228

912 Words

siang itu mansion terasa tenang. terlalu tenang. Valentina sedang duduk di lantai ruang tengah dengan balok-balok kayu berwarna pastel. ia menyusun menara kecil, lalu merobohkannya sendiri, tertawa pelan. cahaya matahari New York masuk dari jendela besar, membuat ruangan hangat dan damai. Albert duduk tidak jauh darinya, berdiri sambil membaca sesuatu di tabletnya. jasnya belum dikenakan, hanya kemeja putih dengan lengan digulung. terlihat seperti ayah biasa yang mengawasi anaknya bermain. hingga ponsel itu bergetar. bukan nada biasa. Albert langsung mengenalinya. ia menoleh sekilas ke arah Valentina. gadis kecil itu masih sibuk dengan baloknya. Albert berjalan beberapa langkah menjauh, mendekati jendela besar, membelakangi ruang tengah. jaraknya tidak terlalu jauh, hanya cukup agar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD