Albert menggenggam tangan Kiara erat saat mereka berjalan pelan di taman mansion yang luas itu. Angin pagi berhembus lembut, membawa aroma mawar dan melati yang ditanam di sepanjang jalan setapak berbatu putih. Di depan mereka, stroller Valentina didorong dengan tenang oleh seorang pelayan muda, sementara si kecil tampak tertidur pulas dengan wajah damainya yang menggemaskan. Albert melirik ke arah istrinya. Senyum Kiara begitu lembut, dan sinar matahari pagi yang menembus pepohonan membuat wajah wanita itu tampak semakin bersinar. Ia tidak bisa menahan diri untuk tidak meremas lembut tangan Kiara, membawanya sedikit lebih dekat. “Pagi ini terlalu indah kalau cuma dilewati di dalam rumah,” ucap Albert pelan, menatap mata istrinya yang jernih. Kiara tersenyum dan menatap ke arah taman ya

