Albert menatap layar monitor dari ruang kontrol mansion dengan senyum tipis di bibirnya. Lampu-lampu indikator merah berkedip perlahan menandakan adanya aktivitas mencurigakan di sekitar pagar luar mansion. Drone patroli secara otomatis bergerak menuju lokasi, kamera termal menangkap siluet-siluet orang asing yang mencoba menembus perimeter. “Ha… mereka benar-benar percaya bisa masuk ke sini,” bisik Albert pelan sambil menyesap kopi hangatnya. Ia mencondongkan tubuh, menekan beberapa tombol untuk mengaktifkan protokol penghalang otomatis. Gerbang baja tebal yang baru saja dipasang langsung menutup sebagian jalur masuk, sementara sensor gerak dan laser di lantai memicu alarm diam-diam yang hanya bisa dideteksi oleh tim keamanan internal. Di ruang lain, Kiara duduk bersama Valentina dan Ya

