Bab 260

2386 Words

Albert melangkah masuk ke dalam mansion dengan napas masih stabil, tubuhnya sedikit basah oleh hujan tipis dan aroma logam darah yang melekat pada bajunya. Ia menutup pintu belakang, memastikan semua sensor perimeter kembali aktif dan tidak ada gerakan mencurigakan yang lolos. Di sudut ruangan, Jeje, anak singa kecil yang setia, berdiri dengan telinga tegak, matanya tajam menatap setiap gerakan ayah angkatnya. Bau darah dari pakaian Albert membuat Jeje mengeram pelan, seolah menanyakan apa yang baru saja terjadi. Albert tersenyum tipis, menurunkan tasnya dan melangkah pelan ke arah Jeje. Ia mencondongkan tubuh, mengusap kepala anak singa itu dengan lembut. “Tenang, Jeje. Daddy sudah menyelesaikan semuanya. Tidak ada yang perlu kau khawatirkan. Sekarang pergilah ke Valentina,” bisiknya lem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD