Bab 161

3034 Words

Langit malam di atas mansion itu bersih, bertabur bintang yang redup bercahaya lembut di balik udara dingin khas New York. Dari balkon lantai atas, lampu-lampu kota terlihat seperti lautan cahaya yang tak pernah padam. Angin lembut berhembus menyentuh wajah Kiara yang bersandar nyaman di d**a Albert. Suaminya duduk santai di kursi rotan besar, tangan kirinya melingkari bahu Kiara, sementara tangan kanannya menepuk-nepuk pelan lengan istrinya dengan ritme lembut. Suara jangkrik samar dari taman belakang bercampur dengan hembusan angin malam, menciptakan suasana yang begitu damai. Di dalam kamar, suara monitor bayi terdengar pelan menandakan Valentina sedang tertidur pulas di dalam boksnya. Albert menatap jauh ke langit, lalu tiba-tiba bersuara dengan nada yang tenang tapi tegas. “Kiara,”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD