Bab 162

3212 Words

Setelah sampai di mansion yang megah itu, Kiara menurunkan Valentina dari mobil dengan hati-hati. Udara sore terasa lembut, sinar matahari menembus pepohonan besar di halaman depan, dan angin membawa aroma mawar dari taman yang baru saja disiram. Valentina tertawa kecil sambil menggenggam boneka beruang yang baru dibeli dari toko mainan. Tangannya yang mungil berusaha menunjuk ke arah taman, seolah ingin bermain di sana dulu. Namun Kiara tersenyum lembut dan menggeleng. “Nanti ya, Sayang. Sekarang waktunya mandi dulu.” Ia menggendong putrinya yang mulai menggeliat tak mau, tubuh kecil Valentina meronta pelan. Albert yang berdiri di dekat mobil hanya terkekeh kecil melihat pemandangan itu. Ia baru saja menutup bagasi yang berisi beberapa kantong besar mainan baru dan satu kotak besar bonek

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD