Bab 231

2054 Words

rasa takut itu tidak datang sekaligus. ia muncul pelan, seperti bayangan yang mengikuti Valentina ke mana pun ia pergi. tapi bersamaan dengan rasa takut itu, ada sesuatu yang lain tumbuh di dalam dirinya. sesuatu yang bahkan Valentina sendiri belum bisa memberi nama. keberanian. bukan keberanian yang berisik. bukan keberanian yang suka pamer. melainkan keberanian kecil yang tenang, yang membuat seorang anak berani berdiri dan mengatakan apa yang menurutnya benar. hari-hari di kindergarten berjalan lebih sunyi bagi Valentina. ia tidak lagi berlari-lari tanpa arah di halaman sekolah. ia memilih duduk di bangku kayu dekat pagar, mengamati teman-temannya bermain. guru-guru memperhatikan perubahan itu. “Valentina lebih pendiam,” kata konselor sekolah pada Kiara suatu siang. “tapi dia juga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD