Pagi-pagi buta, bahkan matahari belum sepenuhnya terbit, Kiara sudah menggeliat manja di tempat tidur. Matanya masih setengah terpejam, tetapi perutnya yang mulai sering menuntut makanan aneh karena kehamilannya membuatnya tak bisa kembali tidur. Ia menoleh ke samping dan melihat Albert masih tidur pulas dengan napas teratur. Tanpa pikir panjang, Kiara langsung menggerak-gerakkan tubuhnya, menepuk-nepuk d**a bidang suaminya. “Albert… Albert… bangun…” suaranya lembut tapi mendesak. Albert bergumam setengah sadar, memeluk bantal, mencoba mengabaikan panggilan istrinya. Namun, Kiara semakin heboh. Ia menyusupkan tangannya ke wajah Albert, mencubit pipinya pelan lalu berteriak kecil di telinganya. “Bangun! Aku lapar! Aku mau croissant dicampur dengan soup!” Albert mendengus kaget, langsung

