Sore itu udara New York terasa sejuk, langit sudah mulai berubah warna keemasan. Kiara yang sejak siang duduk santai di sofa ruang keluarga mulai gelisah. Ia menutup majalah yang sedari tadi hanya ia bolak-balik tanpa benar-benar dibaca, lalu menoleh ke arah Albert yang duduk di kursi kerja di pojok ruangan sambil memeriksa dokumen. “Albert,” panggilnya dengan nada manja. Albert mengangkat kepalanya perlahan. “Ya, apa lagi yang kamu inginkan, hm?” Kiara menggembungkan pipinya. “Aku bosan. Seharian ini kita cuma di dalam rumah. Aku ingin ada kegiatan sore ini.” Albert meletakkan dokumen, lalu meneguk sedikit air mineral dari gelasnya. “Kegiatan apa lagi? Bukankah tadi pagi kita sudah menyulam sampai jariku hampir tertusuk jarum berkali-kali?” Kiara tertawa kecil, lalu melompat dari sof

