Kiara yang sedang jongkok di antara semak mawar itu menunduk, tangannya berlumuran sedikit tanah, peluh menetes dari pelipisnya karena matahari siang New York yang mulai meninggi. Ia sedang memotong dahan-dahan kering dan menyiram bagian pangkal batang dengan hati-hati. Sudah beberapa hari ini ia memang ingin menata ulang taman belakang mansion agar terlihat lebih hidup, terutama karena Valentina sudah mulai bisa berjalan dan senang bermain di halaman. Saat itu ia tidak sadar kalau seseorang memperhatikannya dari arah pintu kaca yang terbuka ke taman. Alden berdiri di sana cukup lama, melihat punggung wanita itu yang kini benar-benar terlihat seperti ibu rumah tangga tenang dan lembut. Tak lagi ada sosok Kiara yang dulu dikenalnya sebagai gadis keras kepala yang menentangnya mati-matian,

