Bab 150

2924 Words

Albert duduk di ruang tamu apartemennya sore itu, setelah seharian membawa Kiara dan Valentina berjalan-jalan di Trafalgar Square. Ia menatap ke luar jendela besar yang memperlihatkan langit London yang mulai berubah jingga. Tiba-tiba saja rasa rindu pada putra sulungnya, Alden, datang menghampiri. Sudah beberapa hari ia belum menelpon putranya itu. Ia pun mengambil ponselnya, menatap layar sebentar, lalu menekan nama “Alden” di daftar kontak. Nada sambung terdengar beberapa kali sebelum akhirnya suara berat Alden menjawab dengan nada letih, “Halo, Daddy.” Albert tersenyum kecil mendengar suara putranya itu. “Alden, apa kamu baik-baik saja? Daddy sudah lama tidak mendengar kabarmu. Bagaimana Cassandra? Bagaimana keadaan rumah?” Dari seberang sana, terdengar helaan napas panjang, lalu su

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD