Pagi di London itu tampak cerah dan berkilau seperti lembaran kaca yang baru disapu embun. Langit biru merekah dengan lembut, dan sinar matahari keemasan menyelinap masuk lewat celah awan, membias di gedung-gedung klasik kota tua itu. Di bandara Heathrow, dua sosok yang sudah lama tak terlihat di kota itu tengah menuruni tangga pesawat—Alden dan Cassandra. Cassandra tampak memegang perutnya yang mulai membesar. Raut wajahnya berseri-seri, pipinya sedikit merona karena udara dingin London yang menyapa kulitnya. Syal putih yang dililitkan di lehernya bergoyang pelan diterpa angin, dan matanya berbinar penuh semangat. Di sebelahnya, Alden mendorong koper besar dengan langkah panjang, wajahnya sedikit lelah karena penerbangan panjang, tapi senyumnya tetap hangat. “Welcome to London, Cassie,”

