Bab 153

2671 Words

Pagi itu cahaya matahari menembus jendela apartemen, menyorot meja dapur yang dipenuhi berbagai peralatan masak. Kiara sibuk memotong sayuran, aroma bawang dan rempah-rempah mulai memenuhi ruangan. Ia mengenakan apron putih yang sedikit berantakan dengan noda minyak, rambutnya diikat longgar, dan ekspresinya tampak serius namun penuh ketekunan. Tiba-tiba, terdengar ketukan ringan di pintu dapur. Kiara menoleh, dan di sana berdiri Cassandra dengan senyum lebar dan mata berbinar-binar. “Kiara! Aku lapar… tapi aku pengin sesuatu yang spesial. Bisa nggak kamu masakin makanan khas Turki buat aku? Aku kangen rasanya sejak lama,” ujarnya dengan nada memohon namun tetap ceria. Kiara tersenyum lebar, merasa senang karena Cassandra masih mempercayainya dengan urusan masak-memasak. “Tentu, Cassie…

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD