Bab 152

2855 Words

Malam itu, apartemen di London terasa hangat dan damai. Lampu-lampu temaram menyala, memancarkan cahaya lembut ke seluruh ruang kamar. Hujan tipis terdengar menitik di jendela besar, menambah suasana cozy yang membuat siapa pun betah berlama-lama di dalam kamar. Kiara duduk di tepi tempat tidur, kaki sedikit terangkat, sementara Albert duduk di depan, menatapnya dengan mata lembut yang penuh perhatian. Tanpa sepatah kata, Albert mulai memijat kaki Kiara dengan lembut. Sentuhan tangannya yang hangat dan ritmis membuat ketegangan yang menumpuk di tubuh Kiara perlahan menghilang. Kiara menahan tawa kecilnya, bibirnya tersenyum, dan matanya sedikit terpejam menikmati perhatian suaminya. “Daddy…” bisik Kiara pelan, suaranya gemetar sedikit karena geli dan senang. Albert menoleh sambil tersen

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD