Bab 180

1146 Words

Victoria menghela napas panjang, asap rokoknya naik pelan menuju langit-langit kamar hotel mewah tempat ia menginap. Jendela besar menghadap New York yang berkilau, tapi matanya tetap kosong. Dinginnya malam tidak sebanding dengan dingin di dalam hatinya saat ini. “Jadi dia yang menang, ya…” gumam Victoria sambil memainkan rokok di antara jarinya. “Kiara… perempuan kecil itu.” Ia duduk di sofa sambil melipat kaki. Sebuah map foto terbuka di atas meja: foto Kiara ketika turun dari mobil, foto Kiara membawa rantang, foto Kiara masuk ke gedung perusahaan Albert. Victoria tersenyum kecil. “Aku sudah bilang kan dari awal? Tidak ada perempuan muda yang bisa mengalahkan wanita matang. Terutama aku.” Seorang pria berjas hitam berdiri ragu di dekat pintu. “Nyonya, orang-orang sudah siap. Mereka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD