Bab 196

2952 Words

Albert baru saja turun dari kamar setelah memastikan Kiara tertidur dengan nyaman ketika ia menemukan Alden duduk di sofa ruang tamu mansion, memijit pangkal hidung, bahunya merosot seperti seseorang yang memikul beban satu dunia di pundaknya. Cahaya lampu kristal di ruang tamu membuat wajah Alden terlihat lelah, dan Albert langsung tahu ada sesuatu yang tidak beres. Ia mendekat dengan langkah mantap. “Alden?” panggilnya. Alden membuka mata, lalu menghela napas panjang—napas yang penuh tekanan, kekesalan, dan rasa frustasi yang jelas sekali. “Daddy…” gumam Alden akhirnya. Albert langsung mengerutkan kening. “Ada apa?” Alden menyandarkan tubuhnya, kepalanya menengok ke arah jendela besar. “Saham perusahaan turun. Banyak. Dan aku tidak mengerti kenapa.” Albert menatap putranya itu lama.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD