"Ma, Pa, Gempa mau nikah." Uhuk-uhuk! Kayak gitu suara batuknya papa Gempa, menyusut mulut, lalu menatap Gempa yang duduk di sebelah Magma. Pun, adik-adik Gempa menoleh. Mereka ada di sini, kecuali Rinai. Ngomong-ngomong, mereka sudah berkeluarga. Ehm. Ya, cuma Gempa yang menduda. Tadinya Abrasi nggak mau nikah sampai dia dilangkahi oleh Magma. Waktu disuruh nikah, Abrasi selalu bilang, "Bang Gegem juga cerai, kan? Santailah, Rasi nggak mau buru-buru nikah, yang penting nanti sekali nikah langsung sama orang yang tepat." Begitu. Gempa berdecak jengkel sebab dia selalu jadi contoh buruk perihal pernikahan. Ya, salahnya yang berbuat dosa--mencoreng nama keluarga. "Sama siapa? Venuskah?" Ini suara mama. Gempa menoleh menatapnya, lalu mengangguk. "Suka nggak suka, dengan atau tanpa res

