Tekad di Atas Karang Penghancur.

1249 Words

​Gema kesunyian di dalam kantor pribadi Hayes Ludwig di puncak Menara Ludwig malam itu terasa jauh lebih mengancam daripada kebisingan demonstrasi buruh di jalanan Jakarta. Hayes berdiri mematung di balik dinding kaca raksasa yang menampilkan gemerlap kota yang seolah tak peduli pada kehancuran yang sedang merayap di balik pintu-pintu rumah mewah. Di dalam genggamannya, sebuah gelas kristal berisi cairan amber yang pekat terasa dingin, namun darah di dalam nadinya terasa seperti lava yang mendidih, membakar setiap sel sarafnya dengan urgensi yang tak tertahankan. Pikirannya tidak lagi tertuju pada laporan kuartal perusahaan, grafik fluktuasi saham, atau akuisisi lahan yang tertunda di pinggiran kota; seluruh fokusnya telah tersedot masuk ke dalam kamar yang terkunci di kediaman Sterling, s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD