Perang di Menara Kaca.

998 Words

​Fajar menyingsing di atas cakrawala Jakarta dengan warna merah saga yang seolah meramalkan pertumpahan darah secara finansial. Jika malam sebelumnya adalah tentang luapan emosi dan teriakan di aula Sterling, maka pagi ini adalah tentang serangan dingin dan terukur di balik layar monitor bursa saham. Hayes tidak tidur barang semenit pun. Ia duduk di singgasananya di lantai paling atas Menara Ludwig, dikelilingi oleh para analis keuangan paling tajam dan pengacara paling bengis yang bisa dibeli dengan uang. Matanya yang merah menatap tajam ke arah grafik pergerakan saham Sterling Group yang mulai menunjukkan tanda-tanda ketidakstabilan setelah rumor tentang skandal moral pimpinannya mulai merembes ke publik melalui tangan Axel. Hayes bukan lagi pria yang mencoba menjelaskan cintanya; ia kem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD