Retakan di Pondasi Jiwa.

1158 Words

​Keheningan yang mengikuti kepergian Hayes dari kediaman Sterling terasa lebih menyiksa daripada dentuman guntur yang masih bersahutan di luar sana. Di dalam kamarnya yang gelap, Luna meringkuk di atas lantai, membiarkan dinginnya marmer meresap ke dalam pori-pori kulitnya, seolah-olah ia sedang mencoba membekukan rasa sakit yang membakar di dalam dadanya. Pintu kamarnya kembali dikunci dari luar oleh tangan-tangan dingin penjaga ayahnya, namun penjara fisik itu kini terasa tidak berarti dibandingkan dengan penjara pikiran yang sedang menyiksanya. Setiap kata yang diteriakkan ayahnya di aula bawah tadi terus berputar-putar seperti piringan hitam yang rusak, menggores kesadarannya dengan kenyataan pahit yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Nama ibunya, Bella, kini bukan lagi sekadar m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD