Udara di lantai paling atas Menara Ludwig terasa statis, seolah oksigen pun enggan bergerak di bawah tekanan atmosfer yang begitu berat. Hayes Ludwig berdiri mematung di balik dinding kaca raksasa yang menghadap langsung ke arah cakrawala Jakarta yang abu-abu. Di belakangnya, pintu ruang kerja pribadinya yang berlapis baja telah terkunci rapat, menciptakan sebuah benteng kedap suara dari hiruk-pikuk dunia luar. Setelah pertemuan singkat namun menghancurkan dengan Bella di paviliun pagi tadi, Hayes segera melarikan Luna dari kediaman Sterling, membawa gadis itu ke satu-satunya tempat yang ia kuasai sepenuhnya: kerajaannya sendiri. Namun, alih-alih merasa aman, gedung pencakar langit ini justru terasa seperti peti mati kaca yang mewah. Luna duduk di sofa kulit hitam besar di tengah ruangan,

