Setelah badai gairah yang penuh keputusasaan di ruang kerja Menara Ludwig mereda, kenyataan kembali mengetuk pintu dengan dingin yang tak tertahankan. Hayes Ludwig dan Luna Sterling duduk bersisian di sofa kulit besar, mengenakan kembali pakaian mereka dengan jemari yang masih gemetar, sementara di hadapan mereka, Bella duduk dengan keanggunan yang melankolis. Ruangan itu kini terasa lebih kecil, seolah-olah setiap kata yang akan diucapkan Bella memiliki massa yang mampu menghimpit siapa pun yang mendengarnya. Cahaya sore yang temaram mulai masuk melalui dinding kaca, memberikan bayangan panjang yang seolah-olah menjadi saksi bisu atas dimulainya pembongkaran makam rahasia keluarga Sterling. Bella menatap Luna dengan pandangan yang penuh permohonan, lalu beralih pada Hayes, pria yang kini

