Hayes berdiri lagi, berjalan ke jendela, menatap ke arah utara di mana rumahnya berada dalam kemegahan yang sunyi. Ia membayangkan Luna sedang berada di sana sekarang, mungkin sedang meringkuk di kamarnya, terjebak di antara keinginannya untuk berlindung pada Hayes dan rasa takutnya yang kian membesar pada Axel. Ia merasa waktu semakin sempit. Rahasia ini seperti bendungan yang sudah mulai retak; tidak peduli seberapa banyak Daniel Varez mencoba menyumbatnya dengan uang dan pengaruh, air kebenaran akan terus mencari celah untuk keluar. Pria itu merogoh ponsel pribadinya, menatap foto Luna yang ia ambil secara diam-diam saat gadis itu tertidur di apartemen Kuningan beberapa minggu lalu. Saat itu, segalanya terasa lebih sederhana. Saat itu, ia merasa memiliki kendali penuh atas takdirnya.

