Dunia di luar sana boleh saja hancur berkeping-keping. Miles boleh saja kehilangan akal sehatnya dalam kubangan alkohol di lantai bawah, dan Bella boleh saja meratapi dua puluh tahun pengasingannya di balik pintu yang terkunci. Namun, di dalam kamar yang remang ini, waktu seolah berhenti berdetak, menciptakan ruang hampa di mana hanya ada Luna dan Hayes. Luna masih menyandarkan kepalanya di d**a bidang Hayes, mendengarkan detak jantung pria itu yang kuat dan beraturan—satu-satunya ritme yang terasa nyata di tengah kekacauan hidupnya. Aroma hujan yang membasahi pakaian Hayes bercampur dengan aroma maskulin yang khas, menciptakan rasa aman yang memabukkan sekaligus menyakitkan. Luna mendongak, menatap wajah Hayes yang diterangi cahaya kuning redup dari lampu meja, dan di sana ia melihat pan

