Di Persimpangan Lara.

1119 Words

​Dinding-dinding kamar Luna seolah-olah mulai menghimpitnya, merayap perlahan dari sudut-sudut ruangan untuk memerangkapnya dalam pengasingan yang ia ciptakan sendiri. Di bawah sana, di aula utama yang megah namun beracun, suara-suara perdebatan masih terdengar sayup-sayup—suara bariton Miles yang meledak oleh amarah, suara rendah Hayes yang penuh tekanan, dan yang paling menyakitkan, suara isak tangis seorang wanita yang baru saja ia kenali kembali sebagai ibunya. Luna duduk meringkuk di sudut jendela, memeluk lututnya dengan erat seolah-olah itulah satu-satunya cara agar tubuhnya tidak hancur menjadi debu. Pikirannya adalah sebuah medan perang yang porak-poranda; informasi yang ia terima hari ini terlalu besar untuk ditampung oleh jiwa yang sudah lama dikeringkan oleh kesepian. ​Kemuncu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD