Suasana di dalam kediaman utama keluarga Sterling terasa seperti peti mati yang baru saja dipaku rapat. Cahaya matahari pagi yang masuk melalui jendela-jendela tinggi tidak memberikan kehangatan sedikit pun, justru mempertegas debu-debu yang beterbangan di udara yang mendadak terasa sangat tipis. Luna duduk di kursi kayu ek yang kaku di tengah ruang kerja ayahnya, masih mengenakan pakaian yang sama dengan yang ia pakai saat Miles menyeretnya paksa dari area kampus. Lengan atasnya masih terasa perih, meninggalkan jejak kemerahan akibat cengkeraman tangan Miles yang kasar dan penuh emosi. Di depannya, Miles Sterling berdiri membelakangi jendela, siluetnya tampak gelap dan mengancam, seolah-olah ia adalah hakim yang siap menjatuhkan vonis mati atas harga diri putrinya sendiri. Ketegangan d

