Langit di atas kediaman Sterling mendadak berubah menjadi kelabu, seolah-olah alam semesta sedang bersiap menyaksikan benturan dua kekuatan besar yang selama ini saling menjaga jarak dalam diplomasi yang penuh kepalsuan. Di dalam aula utama yang megah, aroma kemarahan terasa begitu pekat, menyingkirkan wangi bunga lili mahal yang biasanya menghiasi setiap sudut ruangan. Luna berdiri di tengah-tengah aula itu, dikelilingi oleh pilar-pilar marmer yang kini terasa seperti jeruji penjara yang tak terlihat. Di sisi kanan, ayahnya, Miles Sterling, berdiri dengan dagu terangkat dan tangan mengepal di samping tubuhnya, sementara di hadapannya, Hayes Ludwig baru saja melangkah masuk dengan aura d******i yang mampu menggetarkan lantai kaca yang mereka pijak. Ketegangan ini bukan lagi sekadar urusan

