Dinding Pemisah Sang Penguasa.

1146 Words

​Malam di Jakarta terasa lebih dingin dari biasanya, namun atmosfer di dalam kediaman megah keluarga Sterling jauh lebih membeku daripada udara di luar. Miles Sterling berdiri di tengah ruang tamu yang luas, dikelilingi oleh pilar-pilar marmer yang menjulang, menatap pintu besar yang baru saja tertutup dengan dentuman keras. Di hadapannya, Luna Sterling berdiri dengan tubuh yang gemetar, wajahnya pucat pasi, dan matanya merah karena tangisan yang tak kunjung usai. Miles baru saja menjemput paksa putrinya dari apartemen Hayes Ludwig, sebuah operasi penyelamatan yang ia klaim sebagai bentuk perlindungan ayah, namun di mata Luna, itu adalah sebuah penculikan martabat. Miles tidak lagi berbicara dengan nada rendah; suaranya menggelegar, memantul di dinding-dinding rumah yang kini terasa sepert

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD