Matahari baru saja tergelincir di ufuk barat Jakarta, meninggalkan rona merah darah yang memantul di kaca-kaca gedung pencakar langit Menara Ludwig. Di dalam ruang kerja pribadinya yang kini terasa lebih seperti ruang komando perang, Hayes Ludwig berdiri mematung menatap cakrawala. Kabar tentang penyekapan Luna oleh Miles Sterling telah sampai ke telinganya hanya dalam hitungan jam setelah gerbang kediaman Sterling dikunci rapat. Hayes tidak lagi merasakan kemarahan yang meledak-ledak; yang tersisa di dalam dadanya adalah sebuah ketenangan yang mematikan, jenis ketenangan yang dimiliki seorang predator sesaat sebelum ia menerkam mangsanya. Ia tahu bahwa Clifford Vance dan Miles Sterling mengira mereka telah memenangkan permainan ini dengan menggunakan moralitas publik sebagai senjata dan

