Axel kini beroperasi di bawah selimut kepalsuan yang tebal. Setiap senyuman yang ia berikan pada Luna adalah topeng yang menyembunyikan rasa sakit dan tekad dingin yang membakar di dalam dadanya. Ia tahu bahwa Luna berbohong, dan ia tahu ayahnya—Hayes Ludwig—adalah dalang di balik rantai kebohongan ini. Semalam, setelah panggilan singkat namun penuh makna dari Sabrina, ia menghabiskan malam itu bukan untuk tidur, melainkan mengumpulkan potongan-potongan teka-teki, memetakan jaringan kepemilikan aset ayahnya yang rumit, dan mencoba menemukan celah dalam sistem keamanan yang ia tahu dibangun dengan sempurna. Axel, dibesarkan dalam lingkungan kontrol absolut Hayes, tahu bahwa untuk membongkar jaring ayahnya, ia harus berpikir seperti ayahnya. Keesokan harinya, Axel datang ke apartemen Luna

