Rasa kecewa Luna tumbuh subur karena ia merasa Hayes menyembunyikan terlalu banyak hal. "Kenapa ada dokumen atas namaku sebelum kita bertemu, Hayes?" bisiknya pada layar yang bisu. Ia tidak tahu bahwa Axel telah memalsukan tanggal-tanggal tersebut dengan sempurna. Baginya, melihat Hayes yang terpojok di televisi justru membangkitkan rasa tidak aman yang sangat dalam. Ia merasa dimanfaatkan lagi. Janji-janji Hayes untuk melindunginya kini terasa seperti taktik untuk membungkamnya agar tidak bicara kepada otoritas. Salah paham ini menjadi jurang yang semakin lebar, memisahkan Luna dari satu-satunya orang yang ia percayai. Ia merasa dikhianati oleh pria yang baru saja memberikan kehangatan paling dalam di atas ranjang mereka. Hayes berhasil masuk ke dalam gedung dengan pakaian yang sudah ber

