Langit di atas Jakarta menggantung rendah, seabu-abu suasana hati Luna yang kini berdiri terpaku di balik jendela kaca apartemennya. Suara rintik hujan yang menghantam kaca terdengar seperti ribuan jarum yang mencoba menembus pertahanannya. Di dalam ruangan yang biasanya terasa hangat, kini hanya ada keheningan yang menyesakkan. Luna memeluk tubuhnya sendiri, merasakan kedinginan yang tidak bisa diusir oleh pemanas ruangan manapun. Di atas meja makan, dua cangkir kopi yang sudah mendingin menjadi saksi bisu atas pertengkaran hebat yang baru saja terjadi antara dirinya dan Hayes. Pertengkaran yang bukan lagi tentang cemburu atau keraguan, melainkan tentang kelelahan yang sudah mencapai puncaknya. Luna memejamkan mata, namun yang ia lihat justru bayangan wajah Hayes yang memerah menahan ama

