Labirin Keputusasaan.

1079 Words

​Dunia di luar jendela kamar Luna tampak kabur oleh tirai hujan yang turun dengan intensitas yang seolah ingin menenggelamkan seluruh kota Jakarta, namun badai yang mengamuk di dalam benaknya jauh lebih dahsyat dan mematikan. Luna duduk bersimpuh di lantai marmer yang dingin, punggungnya menyandar pada pintu yang masih terkunci rapat setelah bentrokan brutal antara Miles dan Hayes di lantai bawah. Suara pecahan kristal dan teriakan penuh kebencian yang tadi memenuhi aula utama masih bergema di telinganya, berbaur dengan isak tangisnya yang mulai kering. Ia merasa seperti sebuah pulau kecil yang sedang dikepung oleh tiga samudra besar yang mengamuk, masing-masing membawa gelombang penghancur yang berbeda namun memiliki tujuan yang sama: untuk menguasai, mengendalikan, dan pada akhirnya, men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD