Sembilu di Balik Lensa.

1009 Words

​Hujan rintik mulai membasahi kaca jendela rumah peristirahatan keluarga Sterling yang terisolasi di kaki gunung. Di dalam ruangan berlantai kayu jati yang dingin itu, Luna duduk mematung di sebuah kursi tunggal, menatap perapian yang apinya nyaris padam. Tidak ada suara selain derik kayu yang terbakar dan detak jam dinding yang seolah mengejek kesendiriannya. Ia telah berada di sini selama beberapa jam setelah diselundupkan keluar dari Jakarta oleh orang-orang Papa-nya. Namun, ketenangan yang ia harapkan untuk merenung justru pecah ketika pintu utama terbuka dengan kasar, membawa masuk hembusan angin dingin dan sosok pria yang paling tidak ingin ia temui dalam kondisi seperti ini: Axel Ludwig. ​Axel melangkah masuk dengan langkah yang penuh amarah yang tertahan. Ia tidak lagi tampak sepe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD