Pelukan di Ambang Badai

1099 Words

​Malam di kaki gunung itu terasa seperti sebuah makam yang luas bagi Luna Sterling. Di dalam rumah peristirahatan yang dikelilingi oleh hutan pinus yang berbisik tajam, Luna masih bersimpuh di lantai kayu yang membeku. Foto-foto yang dilemparkan Axel tadi masih berserakan di sekelilingnya, seperti kepingan-kepingan kaca yang baru saja membedah hatinya tanpa ampun. Ia merasa hancur, dikhianati oleh realitas yang ia bangun bersama Hayes, dan disiksa oleh keraguan yang ditanamkan oleh Papa-nya dan Axel. Namun, di tengah kesunyian yang mencekam itu, sebuah suara raungan mesin mobil yang familiar membelah keheningan malam. Cahaya lampu mobil menyapu kaca jendela, menciptakan kilatan yang menyilaukan mata Luna yang bengkak karena tangis. ​Hayes Ludwig turun dari mobilnya bahkan sebelum mesin it

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD