Lampu kota Jakarta dari kejauhan tampak seperti butiran permata yang terserak di atas beludru hitam, namun di dalam kamar apartemen pribadi Hayes yang tersembunyi, satu-satunya cahaya yang tersisa hanyalah pendar redup dari perapian elektrik dan temaram lampu samping yang menyapu hangat kulit mereka. Udara di sini tidak lagi membawa aroma ketegangan seperti di kantor Ludwig atau aroma pengap penuh rahasia di kediaman Sterling. Di sini, di ruang yang paling privat milik Hayes, atmosfernya terasa sangat tenang, hampir suci, seolah-olah dunia luar dengan segala kegilaan Papa Miles dan kemunculan Mama Bella telah berhenti di depan pintu baja yang terkunci rapat. Luna duduk di tepi ranjang besar berseprai satin gelap, bahunya masih sedikit gemetar akibat sisa-sisa guncangan setelah mendengar k

