Panggung Sang Manipulator

1165 Words

​Matahari baru saja menampakkan semburat oranye yang pucat di ufuk timur Jakarta, namun atmosfer di ibu kota sudah terasa mendidih. Di kantor pusat Vance Media, Clifford Vance berdiri di depan barisan layar LED raksasa yang menampilkan grafik interaktif, tren media sosial, dan potongan klip video peristiwa di depan kediaman Sterling semalam. Ia menyesap kopi hitamnya dengan tenang, menikmati kekacauan yang telah ia bantu orkestrasikan. Baginya, berita bukan sekadar informasi; berita adalah senjata, dan pagi ini, ia siap melepaskan tembakan meriam yang akan meluluhlantakkan sisa-sisa benteng pertahanan Hayes Ludwig. ​Clifford menyesuaikan dasinya, menatap pantulan dirinya di kaca jendela yang memantulkan kemewahan kantornya. Ia telah mengatur jadwal siaran langsung khusus di stasiun televi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD