Matahari telah lama tenggelam, namun udara di dalam kediaman Sterling terasa lebih membara daripada siang tadi. Di ruang tamu utama yang luas, di bawah lampu kristal yang memancarkan cahaya dingin dan angkuh, Miles Sterling berdiri dengan napas yang memburu. Di depannya, Luna berdiri dengan tubuh yang gemetar hebat, namun matanya tetap menatap lurus ke arah pria yang membesarkannya itu. Di luar sana, suara hiruk-pikuk massa dan deru mesin mobil Hayes Ludwig masih terdengar lamat-lamat, pengingat abadi bahwa perang sedang terjadi tepat di ambang pintu mereka. Miles tidak lagi terlihat seperti pengusaha besar yang tenang; ia tampak seperti pria yang tersudut, seorang raja yang melihat mahkotanya mulai retak. Miles melemparkan tumpukan koran dan laporan media ke atas meja marmer dengan sua

