Pintu ruang kerja itu terbuka dengan derit halus yang terasa begitu kontras dengan hiruk-pikuk yang sedang berkecamuk di dalam benak Luna. Hayes Ludwig melangkah masuk, masih mengenakan kemeja formal yang lengan bajunya telah digulung hingga ke siku, memperlihatkan urat-urat tangan yang menonjol—tanda dari ketegangan yang ia tahan sepanjang hari di medan perang bursa saham. Namun, begitu matanya menangkap sosok Luna yang meringkuk di kursi, dikelilingi oleh tumpukan buku referensi dan laptop yang tertutup rapat, ekspresi keras yang biasanya ia gunakan untuk menghadapi dewan direksi seketika luruh. Pria yang baru saja memberikan instruksi dingin untuk menghancurkan balik manuver Clifford itu kini berubah menjadi sosok yang penuh dengan kelembutan yang menyakitkan. Hayes mendekat, langkahny

