Udara di dalam penthouse mewah milik Hayes Ludwig yang biasanya terasa sejuk dan menenangkan, kini berubah menjadi dinding-dinding yang seolah perlahan bergeser merapat, menghimpit napas Luna Sterling hingga ke titik nadir. Di atas meja kerja marmer yang menghadap ke arah gedung-gedung pencakar langit Jakarta, sebuah laptop terbuka menampilkan draf skripsi yang seharusnya sudah memasuki bab analisis data. Namun, kursor di layar itu hanya berkedip-kedip statis, sebuah denyut digital yang mengejek ketidakberdayaan Luna. Setiap kali ia mencoba memfokuskan matanya pada deretan teori komunikasi dan variabel penelitiannya, pikirannya justru terseret kembali ke dunia luar yang sedang membara. Gadis yang biasanya dikenal cerdas dan gigih di kampus itu kini tampak layu, dengan lingkaran hitam di b

