20. Nyebelin Tapi Ngangenin

1761 Words

Apartemen akhirnya kembali sunyi. Sunyi yang berbeda dari sebelumnya. Bukan sepi yang berat, tapi sepi yang… meninggalkan jejak tawa seolah tawa mereka masih melekat di udara, menggantung di antara dinding apartemen. Pintu baru saja tertutup ketika Garvi, Baskara, dan cewek-cewek itu selesai pamit. Suara langkah terakhir menghilang di lorong. Aruby berdiri di dekat sofanya, memeluk bantal kecil yang tadi dipakai Shaila. Ia masih bisa mendengar gema tawa mereka barusan. Kairav merapikan kotak-kotak bekas makanan di meja. Gerakannya tenang, seperti selalu: rapi, terukur, pelan. Tapi dari samping, Aruby bisa lihat… bahunya naik-turun tipis, seperti seseorang yang menyimpan kelelahan yang tak seluruhnya berasal dari hari itu. Capek, mungkin. Atau menahan sesuatu. Semacam itu yang ada di p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD