41. Memenuhi Panggilan Pihak Kampus

1533 Words

Pagi itu, udara kampus terasa lebih berat dari biasanya, meski langit cerah dan halaman Fakultas Ilmu Komunikasi mulai dipenuhi mahasiswa yang lalu-lalang sambil membawa kopi dan laptop. Kairav keluar dari mobilnya dengan langkah tenang, jaket biru gelap tersampir di lengannya, wajahnya tidak menunjukkan sedikit pun kegugupan yang mungkin dibayangkan orang-orang yang menatapnya hari itu. Tatapan seketika muncul dari berbagai arah; beberapa cepat mencuri pandang, beberapa tanpa malu berhenti sepenuhnya untuk menilai. Ada bisik-bisik samar, ada lirikan penuh rasa ingin tahu. Tapi Kairav bahkan tidak menoleh. Ia terbiasa menjadi pusat perhatian sejak dulu, dan terlebih lagi, tuduhan itu tidak benar. Tidak ada satu bagian pun dari dirinya yang merasa perlu membenarkan diri di hadapan mereka.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD