40. Misi Rahasia

2216 Words

Kairav akhirnya berdiri, tubuhnya bergerak dengan ketenangan yang jarang ia tunjukkan di hadapan banyak orang, lalu tanpa ragu ia menarik Aruby masuk ke dalam pelukannya. Bukan pelukan yang meledak-ledak atau terburu-buru, melainkan gerakan perlahan yang terasa seperti penyerahan penuh. Kuat, terkontrol, tapi memuat intensitas yang seketika membuat d**a Aruby bergetar. Ia memeluk Aruby seolah dunia boleh retak, seolah riuh di sekitar mereka boleh berubah menjadi badai, tapi gadis yang ia rangkul ini tidak akan dibiarkannya jatuh lagi. Aroma kopi dan detak waktu di ruangan itu kabur, digantikan hangatnya lengan Kairav yang membungkus seluruh keguncangan Aruby. Di sudut-sudut coffee shop, beberapa tatapan mulai berbelok ke arah mereka. Ada yang saling berbisik, ada yang pura-pura menatap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD