33. Si Pemegang Kartu AS Kedua

1474 Words

Ruangan kafe sudah agak ramai ketika Aruby dan Kairav tiba. Pintu kaca bergeser pelan, membawa aroma kopi panggang bercampur udara dingin AC yang langsung menyentuh kulit. Dari kejauhan, tawa Garvi dan Baskara sudah terdengar—nyaring, berantakan, khas dua makhluk itu kalau sudah dipertemukan. Shaila dan Anasera baru saja menaruh tas ketika keduanya masuk. Kairav berjalan sedikit di depan, tangan satu masuk saku jeans, badannya rileks, nggak ada tanda-tanda kalau semalam dia baru bawa seseorang nginep di apartemennya. Aruby di sampingnya berusaha terlihat normal… walaupun jantungnya masih menyimpan sisa-sisa keresahan di perjalanan tadi. “Udah dari tadi ngumpul?” tanya Kairav basa basi, menarik salah satu kursi untuk Aruby lalu baru untuk dirinya. “Nggak juga, sih. Sepuluh menitan lah,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD