32. Bukan Dia yang Aku Mau

2214 Words

Pagi merayap masuk lewat tirai tipis apartemen Kairav. Cahaya keemasan memantul di permukaan meja makan yang rapi, menyelinap ke setiap sudut ruang yang masih menyimpan sisa hangat dari malam sebelumnya. Aroma roti panggang, teh hijau, dan kopi hitam pelan-pelan memenuhi udara, seperti mengundang siapa pun yang terbangun untuk kembali hidup lebih lama. Di dapur, Kairav berdiri masih dengan kaos hitam dan rambut sedikit berantakan, wajahnya fokus tapi santai ketika ia membalik telur di atas pan. Gerakannya luwes—seolah memasak sudah menjadi salah satu aktivitas rutinnya. Tak berselang lama, suara pintu kamar terbuka pelan. Aruby melangkah keluar, sudah rapi dengan oversized shirt putih yang bersih dan celana jeans simple—pakaian yang beberapa saat lalu pria itu berikan dalam sebuah toteb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD